LULUS ATAU LOLOS : SEBUAH REFLEKSI

 


Rasanya ini akan menjadi jurnal paling panjang di bunda Shalihah. Jurnal kali ini menjadi refleksi beberapa bulan perjalanan bunda Shalihah. 

Rasanya hampir gak percaya bisa sampai di titik ini di pekan ini, tertatih tatih di setiap pekannya, tapi optimis dan mencoba bertahan hingga akhir. 

DIMULAI DISINI

Perjalanan ini dimulai dari menemukan apa sih yang menjadi masalah/ tantangan yang sedang dihadapi saat ini. Termasuk bagaimana kita tahu bahwa masalah tersebut akan selesai. Nah, Allah itu Maha Baik banget, di saat bersamaan saya sedang berproses pindah tempat dari Karawang ke Gresik, menemukan peran baru di lokasi baru dan ini menjadi tantangan yang menarik. 

Akhirnya tantangan ini yang diambil, bagaiamana memaknai peran perempuan agar ia bisa menerima apapun kondisinya dengan baik dan bahagia. Suami pun mendukung dengan baik dan semangat karena ia paham memaknai peran ini penting agar bisa selaras di tempat yang baru, agar bisa bahagia juga ditempat yang baru. 


MENCARI TEMAN SEJALAN

Setelah menemukan akar masalah, entah mengapa yang langsung terbesit di benak adalah mengajak kakak dan adik dalam satu tim. Sederhana, karena kami sedang mengalami tantangan serupa, kakak yang tahun ini menjadi Ibu tunggal pasca suami berpulang, adek yang menjadi seorang istri dan memulai kehidupan berdua, dan saya yang memulai kembali merapat merawat orang tua. Perubahan peran kami ini lah yang akhirnya memutuskan saya untuk menawarkan teman sejalan ini bersama. Dan mereka pun sepakat. Kami pun menjadi tim dengan nama yang sudah kami pakai selama ini, sisthree. 

Alhamdulillah mereka sangat kooperatif bekerja bersama dalam tim. Berdiskusi bersama, setelah mendapatkan materi dari bu Septi di hari Selasa. 

Satu tim bersama saudara, tentu bukan tidak ada tantangan. ada banyak permakluman, karena kami sama-sama mengerti kesibukan masing-masing, saling memahami kondisi masing-masing, dan saya yang tidak terlalu mem-push mereka. Fokusnya, lakukan apa yang bisa dilakukan saat ini, berjalan pelan-pelan pun tidak apa-apa. Sehingga rasanya ada yang bisa optimal ada yang belum optimal. 

Namun, di sisi lain, dalam perjalanannya, justru kami menemukan bagaimana menempatkan peran kami, bagaimana ternyata menemukan peran seiring dengan memahami aktivitas apa yang ada di dalam peran tersebut dan kami menemukan bahwa ternyata support system menjadi hal yang penting dalam proses kami menyelaraskan peran kami. 

Hubungan kami justru semakin dekat, solid, dan kami pun perlahan bisa menyelaraskan peran dalam keseharian. 

Akhirnya dari sini, lahirlah template worksheet memetakan peran, aktivitas dan support sytemnya. Klik di website kami ya kalau mau di unduh. 

Proses menyelaraskan peran pun menjadi cerita yang menarik untuk disimak, pelan-pelan nanti kami upload juga di website ya. sekarang masih tertata di drive yang kami kelola. 

Dalam proses perjalanannya, tak jarang kami harus fokus pada hal-hal di luar kampus Ibu Pembaharu, tapi di sisi lain kami jadi sadar, ya inilah cara kami memaknai peran, adakala memilih aktivitas mana yang harus menjadi prioritas. 

LULUS/LOLOS 

Pertanyaan ini yang paling berat untuk di jawab. Secara administrasi Bunda Shalihah, alhamdulillah walaupun tertatih menuntaskan jurnal dan review. Sesi review adalah sesi yang menyenangkan, karena bertukar pikiran dan mendapatkan insight dari kelompok lain. Menyenangkan sekali. 

Apakah secara personal merasa berhasil? Not a hundred percent, but jika melirik tujuan awal kelas, saya ingin bisa kembali selaras, yes, saya mulai dapatkan itu as a personal. Dan itu pula yang dirasakan oleh kakak dan adik dalam tim saya, perlahan mulai on track, mengenali peran saat ini, menyadari peran saat ini, dan merasa bertumbuh. 

Daaaan, menariknya ada bonus yang saya dapatkan. Awalnya ingin menyelesaikan satu masalah, eh ternyata dapet bonus masalah/ tantangan lainnya ikut terurai. Awalnya fokus ke personal, eh alhamdulillah family ke angkut, social pun mulai terurai. MasyaAllah, alhamdulillah 



Apakah sudah merasa bisa memberi dampak luas. Rasanya dampak ini baru terasa di lingkungan kecil keluarga, hubungan menantu mertua yang semakin harmonis, hubungan Ibu dan anak yang semakin optimis, hubungan istri dan suami yang semakin produktif. Dampaknya ke sekitar, to be honest belum terlalu optimal. 

Ya, kami sadar bahwa ada banyak catatan dalam perjalanan kami sebagai bentuk perbaikan kedepannya. Kami hanya berharap, catatan perjalanan kami yang kami tuliskan sedikit demi sedikit di website, bisa menjadi catatan menarik untuk para wanita di luar sana menemukan perannya. 

Terima kasih untuk Kampus Ibu Pembaharu, ini journey yang sangat dalam, karena baru kali ini rasanya saya berkali-kali merasa "sanggup gak ya"? but I try to do my best, yet it's not optimal but waktunya berterima kasih pada diri sendiri atas perjalanan yang luar biasa. 

Seee deeep itu, dan ini hasil karya Sisthree, edit dan finishing oleh Adek tercinta 

KLIK DISINI YA

Daan, jika ingin melihat rangkuman worksheet perjalanan kami, bisa klik link DISINI ya. 

Komentar

Postingan Populer