Journal Fasilitator : Sudah Mandiri, kah?

source : freepik 


Memasuki level 2, level kemandirian. Makin seru, sudah pasti, makin menantang? Iya jelas. Apalagi di level 2 ini Qadarullah bertepatan dengan datangnya berbagai musibah di Indonesia, beberapa teman ada yang menjadi korbannya. Namun demikian ternyata tidak menyurutkan semangat teman-teman untuk terus berusaha mendapatkan -paling tidak- badge dasar sebagai salah satu syarat lulus level. Masya Allah. 

Level ini memang menantang, apalagi bagi saya dan pasangan. Kalau untuk peserta yang memiliki anak, jelas menentukan level kemandirian menjadi lebih variatif, mulai dari toilet training, makan, bahkan sampai ada yang memanfaatkannya untuk menyapih. Ya, lebih variatif (but agaiiin, hidup itu sawang sinawang ya, kadang yang terlihat mudah bagi kita, pada kenyataannya tidak demikian). 

Nah, bagi saya kemandirian dengan pasangan adalah yang paling menantang, bagaimana tidak? Fitrahnya bukan kah wanita ingin dilindungi? daaaan laki-laki ingin mengayomi? lalu bagaimana caranya? 

Balik lagi ke tujuan awal kemandirian, diantaranya adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab dan percaya diri melakukan sesuatu. Selain itu, beberapa ciri lainnya adalah kemandirian identik dengan problem solving, Nah, tentu itu bisa menjadi tolak ukur bagi saya dan pasangan untuk melakukan sesuatu. 

Ciri lain kemandirian bisa dibaca disini ya!

Jadi, kalau sudah menyadari berbagai ciri dan tujuan, tentu lebih mudah menentukan latihan kemandirian. so, diantara yang bisa saya lakukan untuk diri pribadi adalah : 
memutuskan menu makanan hari itu (baik menggunakan bahan baru belanja atau justru bahan sisa). 
memutuskan agenda hari ini, dengan membuat jadwal harian
merumuskan rencana kegiatan baik pribadi, komunitas, dan bisnis. 

Sedangkan untuk pasangan
Tidak terlalu jauh berbeda sih, namuuun ternyata mungkin ini problem sebagian besar lelaki ya, apalagi kalau bukan problem handuk basah (hahahaaha)

Oh ya, dari tadi saya berbicara mengenai melatih kemandirian, seolah-olah saya yang mendapat tantangan. Naaah, ini dia serunya menjadi fasil. Setiap kali membaca tantangan, secara tidak langsung kita dipaksa untuk kembali bercermin, sejauh mana tantangan ini kita aplikasikan dalam keseharian. Ya, beda nya cuma gak kumpulin link T10 aja. 

Nah, bagaimana dengan kondisi kelas? Ulala, ternyata level ini makin membuat suasana semua guru semua murid makin nyata, teman-teman ramai-ramai berbagi tips mengenai kemandirian, aah seru sekali rasanya. membaca obrolan mereka, membuat saya ingin menepuk bahu mereka satu-satu sambil berbisik "Mak, you're not alone! Be Strong!" . 

Sebagai penutup tulisan ini, saya ingin berbagi video dari salah satu selebgram facebook berikut ini . Dalam video tersebut Xandria Ooi mengingatkan kembali pada kita, bahwa tugas orangtua adalah mengantarkan anak memasuki dunia sebenarnya, mendampinginya, bukan memanjakannya. 

So, yuk berlatih kemandirian. 


Komentar

Postingan Populer